4 Fakta Bansos Cair Rp64, 9 Triliun

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyiapkan Rp148, 27 triliun anggaran untuk program perlindungan sosial. Di mana dana tersebut masuk pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Secara besaran dana perlindungan baik, pemerintah pun memberikan sebanyak bantuan sosial kepada bangsa. Hal ini guna mengurangi beban masyarakat di tengah pandemi virus corona.

Okezone pun merangkum fakta-fakta terkait pencairan anggaran bantuan sosial dalam program PENA, Sabtu (26/6/2021):

1. Bansos Berhenti Rp64 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan program perlindungan sosial sudah terealisasi Rp64, 91 triliun ataupun 43, 8% dari para-para Rp148, 27 triliun. Realisasi ini telah memberikan khasiat PKH untuk 9, 9 juta KPM, Kartu sembako untuk 15, 93 juta KPM, Bantuan Sosial Tunai untuk 10 juta KPM.

Baca Juga:   Kisruh Masukan Penerima BLT UMKM Terus Dievaluasi

“BLT Desa untuk 4, 81 juta KPM, surat pra kerja untuk 2, 82 juta orang dan bantuan kuota internet buat 27, 67 juta pengikut dan tenaga didik, ” kata Sri Mulyani.

2. Realisasi PEN 2021

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran Agenda Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai 32, 4% hingga 18 Juni 2021. Jumlah tersebut setara Rp226, 63 triliun dari pagu anggaran PEN sebesar Rp699, 43 triliun.

Baca Juga:   Pencairan BLT UMKM Rp3, 6 Triliun Tunggu Lampu Hijau

3. Anggaran Ketahanan Bertabur

Kemudian untuk program prioritas telah terealisasi Rp38, 10 triliun atau 29, 8% sejak pagu Rp127, 85 triliun dengan manfaat untuk penuh karya KL kepada 699, 1 ribu tenaga kerja, kemudian pariwisata mencakup KSPN, ekowisata serta pelatihan SDM.

“Anggaran itu juga untuk ketahanan bertabur, ICT dan kawasan industri, ” kata Sri Mulyani.