4 Pertimbangan Pemerintah Naikan Harga Rokok, Salah Satunya Covid-19

4 Pertimbangan Pemerintah Naikan Harga Rokok, Salah Satunya Covid-19

JAKARTA semrawut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam peristiwa ini Direktorat Jendral Bea Bea bakal kembali menaikkan tarif tol rokok di 2021. Adapun kenaikan ini akan diumumkan September mendatang.

Kepala Sub Direktorat Tarif Cukai dan Kehormatan Dasar Direktorat Jenderal Bea Bea (DJBC) Sunaryo mengatakan bahwa kemajuan tarif Cukai rokok tahun aliran telah mempertimbangkan adanya dampak pandemi Covid-19. Selain itu, juga bersandarkan asumsi makro tahun 2021.

  Baca juga: Kenaikan Nilai Rokok Ditentukan Akhir September

“Kita sudah memperkirakan kenaikan harga cukai rokok ini pada APBN 2021 dan pula memperhitungkan kondisi saat ini, ” ujar Sunaryo dalam Webinar bertemakan ‘Rasionalitas Target Cukai 2021, Minggu (30/8/2020).

Dia pun memaparkan ada empat arah yang menjadi pertimbangan pemerintah perkara kenaikan cukai hasil tembakau pada 2021.

  Baca juga: Hitung-hitungan Kenaikan Bayaran Cukai Rokok, dari Petani hingga Keuangan Negara

Pertama, hasil survei dampak pandemi Covid-19 terhadap kinerja reksan tol yang menunjukan secara umum masih memiliki resilience untuk melindungi tenaga kerja (padat karya). “Jadi kemajuan tarif cukai ini juga tahu dampak pandemi covid-19 ini terhadap kinerja cukai hasil tembakau, ” katanya.

Ke-2, lanjutnya, berdasarkan hasil indepth interview. Secara umum kontributor utama mengalami penurunan baik secara volume maupun nominal cukai.