6 Fakta Terbaru Percepat Pengadaan Vaksin Covid-19

6 Fakta Terbaru Percepat Pengadaan Vaksin Covid-19

JAKARTA – Vaksin Covid-19 menjadi suatu hal yang memutar ditunggu di masa pandemi era ini. Pemerintah terus berkonsolidasi dengan berbagai negara agar akhir tahun 2020 Indonesia telah menerima maujud anti bodi tersebut.

Tanda-tanda positif itu mulai terlihat ketika Indonesia resmi ditetapkan sebagai negara yang memenuhi syarat dengan kategori Advance Market Commitment (AMC) dalam kerangka Gavi Covax Facility. Terkait hal itu, Okezone kendati sudah merangkum beberapa fakta percepatan pengadaan vaksin Covid-19.

Menangkap Juga: Menko Luhut Targetkan 100 Juta Penduduk Disuntik Vaksin Covid-19 pada Januari 2021

1. Indonesia Mau Menerima Bantuan Vaksin Covid-19 Sebesar 53, 6 Juta

Indonesia akan memperoleh vaksin sebesar 20% dari total total penduduk atau sekira 53, enam juta vaksin (jumlah penduduk Nusantara 268 juta) dari Gavi Covax Facility. Gavi merupakan organisasi global yang menegosiasikan dan mendanai vaksin untuk negara berpenghasilan rendah dan menengah. Indonesia menjadi salah kepala negara yang dibantu Gavi.

Gavi telah merancang rencana pembiayaan AMC untuk menjamin akses yang cepat dan merata dengan global terhadap vaksin Covid-19. Institusi ini bermitra dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF, Bank Negeri (World Bank) dan Bill serta Melinda Gates Foundation.

Baca Juga: 40 Juta Vaksin Corona Masuk Akhir 2020, Menko Luhut: Critical Time Kita 2 Bulan

2. Pengadaan Vaksin Lewat Jalur Multilateral Akan Tersedia dalam 2021

Negeri terus membangun komunikasi secara saksama dengan Gavi. Menlu Retno Marsudi mengutarakan, komunikasi tersebut juga mengikat waktu ketersediaan dan harga vaksin untuk Indonesia.

“Perkiraan kita vaksin lewat jalur multilateral ini akan tersedia di tahun 2021. Sudah pasti dengan bantuan financial ODA diharapkan harga vaksin bakal lebih murah dibanding mekanisme yang lain, ” kata dia.

 

3. Luhut Sebut 3 Bulan ke Pendahuluan Jadi Critical Time Penanganan Covid-19

Menteri Pemimpin Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B Pandjaitan sekaligus Wakil Ketua Komite Pengendalian Covid-19 dan Pengoperasian Ekonomi Nasional mengatakan, tiga bulan ke depan menjadi critical time dalam penanganan Covid-19 di Negeri Air.

“Saya taksir juga ini untuk semua critical time kita ini 3 bulan ke depan, sampai mulai belakang vaksin ini jalan, ” cakap Luhut dalam konferensi pers secara virtual terkait Penanganan Covid-19 pada 9 provinsi, Jumat (18/9/2020).