8 Fakta Mal Ditutup, Pengusaha Gigit Jari dan Pekerja Dirumahkan

JAKARTA PPKM darurat Jawa-Bali resmi diberlakukan mulai hari ini hingga 20 Juli 2021. Salah satu kebijakan PPKM darurat adalah menutup pusat perbelanjaan atau mal.

Dengan demikian, mal pada periode 3 Juli-20 Juli 2021 dipastikan ditutup. Imbasnya, para pekerja mal akan dirumahkan dan terancam PHK jika PPKM darurat berkepanjangan.

Para pengusaha pun meminta keringanan imbas penutupan mal, salah satunya membayarkan gaji pegawai.

Berikut fakta-fakta seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (3/7/2021).

1. 85 Mal di Jakarta Tutup

85 pusat belanja di Jakarta siap mengikuti penerapan PPKM Darurat. Di mana pusat belanja akan ditutup dari 3 Juli sampai 20 Juli 2021.

“Mengacu kepada peraturan yang tertera pada PPKM Darurat yang diterbitkan oleh pemerintah, maka pusat belanja di DKI Jakarta akan mengikuti keputusan tersebut,” ujar Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat kepada MNC Portal, Jumat (2/7/2021).

Baca Juga: Mal Ditutup, Pengusaha Minta Pemerintah Bayar Gaji Pekerja hingga Sewa Toko 

2. Tenant di Mal Masih Buka

Dia melanjutkan, tenant pusat belanja tidak ditutup secara penuh karena masih ada tenant yang diizinkan untuk beroperasional dari tanggal 3 Juli – 20 Juli 2021 sampai dengan pukul 20.00 WIB.

3. Kategori yang Boleh Buka

Secara rinci, pembatasan kategori tenant serta kapasitas pengunjung maksimal 50% sebagai berikut.

– Kategori supermarket, Pasar Swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari.

– Kategori Pharmacy, apotek, toko obat.

– Kegiatan pada sektor esensial antara lain ATM CENTER dan kantor layanan perbankan di dalam mal

Kategori F&B diijinkan beroperasional namun hanya dapat melayani pembelian yang dibawa pulang/take away dan juga dengan sistem pesan antar/delivery. Untuk system dine-in /layanan makan di tempat tidak diperbolehkan.

“Dengan demikian tenant kategori Non F&B di luar kategori tersebut tidak dapat beroperasional selama periode PPKM Darurat,” jelas Ellen.