Aksi Ambil Untung, Harga Emas Hari Ini Turun 1,01%

CHICAGO Harga emas anjlok pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena menguatnya dolar AS sehingga memicu aksi ambil keuntungan setelah logam kuning mengalami rally singkat dengan mencapai level tertinggi dalam enam minggu.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, turun USD18,6 atau 1,01% menjadi USD1.817,20 per ounce. Sehari sebelumnya, Kamis (29/7/2021) harga emas berjangka naik USD31,2 atau 1,73% menjadi USD1.835,8.

Baca Juga: Harga Emas Meroket 1,73% Jadi USD1.835/Ounce

Sementara itu, pada minggu ini harga emas bergerak naik 0,9% dan 2,6% pada bulan ini.

Harga emas mencapai level tertinggi dalam dua minggu pada Kamis (29/7/2021), setelah Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan pasar kerja AS masih memiliki beberapa alasan untuk dibahas sebelum The Fed menarik kembali dukungannya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik, Paling Mahal Dijual Rp893,6 Juta

Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan, data yang menunjukkan kenaikan inflasi inti pada kecepatan yang sedikit lebih lambat dari perkiraan bulan lalu, ditambah dengan dolar yang lebih kuat, telah membebani emas. Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

“Emas masih terlihat kuat pada level ini dan fakta bahwa The Fed tidak benar-benar mengatakan apa pun yang akan mengubah arah pembelian aset atau kenaikan suku bunga menambah kekuatan pasar,” ujarnya, dikutip dari Antara, Sabtu (31/7/2021).

Imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih rendah juga menurunkan peluang kerugian memegang emas, yang tidak membayar suku bunga.

Indeks dolar, pengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya merosot ke level terendah satu bulan sebelumnya, naik 0,3% mengurangi daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya.