Bahkan Marak, 206 Investasi Bodong Diblokir

Bahkan Marak, 206 Investasi Bodong Diblokir

JAKARTA – Satgas Waspada Investasi (SWI) terus meningkatkan upaya penindakan fintech peer to peer lending ilegal. Selain itu menindak permintaan investasi dari entitas yang tidak berizin melalui peningkatan patroli siber (cyber patrol).

Ketua SWI Tongam L Tobing mengatakan, SWI telah melakukan patrol siber rutin yang frekuensinya bakal terus ditingkatkan sejalan dengan masih banyaknya temuan fintech lending & penawaran investasi ilegal melalui bervariasi saluran teknologi komunikasi di kelompok.

  Baca juga: Cara Terhindar dari Investasi Bodong Berkedok Koperasi

“Patroli siber terus kami gencarkan supaya bisa menemukan dan memblokir fintech lending ilegal dan penawaran investasi ilegal sebelum bisa diakses dan memakan korban di masyarakat, ” kata Ketua SWI Tongam L Tobing dalam siaran pers dengan diterima, Rabu (28/10/2020).

Saat ini, satgas kembali menemukan dan memblokir 206 fintech lending ilegal dan 154 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

  Baca juga: OJK Catat 270 Ribu Pengaduan Konsumen, Terbanyak sejak WA

“Satgas sejak tahun 2018 sampai secara Oktober 2020 telah menghentikan sebanyak 2. 923 fintech lending ilegal, ” katanya.

Rinciannya, 154 entitas yang menganjurkan investasi ilegal terdiri dari 114 Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) tanpa izin, 2 koperasi tanpa kerelaan, 6 aset kripto tanpa persetujuan, 8 money game tanpa persetujuan, 3 kegiatan yang menduplikasi entitas yang memiliki izin dan 21 kegiatan lainnya.

Selanjutnya Satgas Waspada Investasi mengimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan pinjaman di fintech lending & berinvestasi di sektor keuangan buat me memastikan pihak yang menawarkan pinjaman dan investasi tersebut mempunyai perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha dengan dijalankan.

(rzy)