BKPM Tantang Investor Rusia Tingkatkan Investasi di Indonesia

MOSKOW – Kementrian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menantang investor Rusia meningkatkan investasi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Anggota Komite Investasi Kementerian Investasi/BKPM Rizal Calvary Marimbo, usai melakukan pertemuan dengan beberapa pimpinan dan manajemen Russian Railways dan The Russian Business Counsil (RBC) di Moskow, Rusia. 

Pihak Russian Railways diwakili Alexander Popov (Deputy Executive Director Russian Railways) dan Dmimitry Alekseev (Head of Directorate Foreign Project Russian Railways). Sedangkan pihak RBC, hadir antara lain Mikhail Kuritsyn (CEO Spectrum Group) dan Alexander Pogoreiskiy (Chairman ICG Investconsult).

Baca Juga: 2 Investor China Tanam Duit Rp4,9 Triliun Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Sulawesi

“Tadi kita tidak hanya petakan potensi investasi Rusia di Indonesia. Tapi kita tantang juga dia. Jangan mau kalah dari China, Korsel dan negara negara lain,” ujar Rizal, yang hadir di Rusia bersama sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Bupati Morowali Utara, usai melakukan pertemuan baru baru ini di Moskow, Minggu (27/9/2021).

Baca Juga: 4 Fakta Modus Investasi Bodong, Ada Forex Berkedok Robot Trading

Rizal mengatakan, secara akulatif, Foreign Direct Investment (FDI) Rusia dari 2016 hingga 2021 hanya sebesar USD46,82 juta. FDI Rusia tersebar di lima sektor yakni industri kimia dan farmasi, hotel dan restoran, real estates, perdagangan dan layanan dan lain-lain. Rentang 2016 hingga 2021, Rusia berinvestasi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Sumatra, Jawa dan Kalimantan.

“Sebesar 57 3 % investasi Rusia di Bali dan Nusa Tenggara, Sumatra 34%, Jawa hanya 7,3 %, Sulawesi 2 4%, ” ucap Rizal.