Cara OJK Dukung Sektor Keuangan pada Indonesia

Cara OJK Dukung Sektor Keuangan pada Indonesia

JAKARTA – OJK (Otoritas Pertolongan Keuangan) memiliki peranan penting di menjaga sektor keuangan di Indonesia. Terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19, berbagai upaya penguatan sektor riil tentu diharapkan mampu untuk memajukan sektor keuangan.

Universitas Brawijaya mengadakan webinar untuk berpolemik tentang pemulihan ekonomi dan ketahanan sektor keuangan. Dekan FEB Universitas Brawijaya Nurcholis, M. Bus, Phd Ak sebagai salah satu pembicara mengatakan di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini berlangsung harus segera ditangani. Sebab jika tak segera ditangani dengan baik akan mempengaruhi sektor rill lainnya.

Dampaknya akan merambat umum ke sektor riil, sektor perbankan, dan yang sangat mengkhawatirkan mempengaruhi ketahanan pangan kita.

“Tentunya kita tidak ingin kerisis seperti 97-98, di mana sistem perbankan sempat ambruk, banyak nilai bermasalah, terjadi gejolak di pasar uang, dan sembako mengalami lonjakan harga sehingga sangat mengkhawatirkan, ” terang Nurcholis, Jumat (14/8/2020).

Nurcholis melanjutkan, pandemi tersebut dikhawatirkan akan lebih parah sehingga mengganggu ketahanan pangan kita. oleh sebab itu dari itu, Pemerintah sudah lulus serius untuk melaksanakan pemulihan ekonomi nasional dengan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti UU No. 1 Tarikh 2020 tentang kebijakan keuangan negeri dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan Covid-19, sekaligus menangani mengenai ancaman yang membahayakan bagi perekonomian nasional.

“Ini semua dilaksanakan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Jadi pemerintah juga telah menganggarkan untuk Covid-19, melalui bansos untuk masyarakat berpenghasilan rendah, membangun pemda dan sektor lainnya mencuaikan program padat karya, memberikan subsidi pada UMKM, insentif pajak serta lain-lain, ” paparnya.

Dia juga mengatakan, saat itu diprediksi defisit anggaran melampaui batas normal 3%, yaitu melebihi 5%, jika tidak di back up dengan peraturan perundangan nanti bakal ada pihak yang dianggap mengenai. oleh karenanya, ia mengharapkan uji coba vaksin berhasil, sehingga nantinya akan ada langkah stimulus fiskal akan berjalan dengan baik.

“Ketahanan sektor keuangan tersebut akan jadi permasalahan sendiri, untuk daya beli masyarakat. Harus ada langkah konkrit untuk mempercepat perbaikan ekonomi. Oleh karena itu, kelompok butuh ada transparansi informasi, ” lanjutnya.

Ketua Ikatan Alumni Universitas Brawijaya Ahmad Erani Yustika memaparkan Dinamika ekonomi & Nasional yang sedang terjadi di era pandemi Covid-19. Menurutnya, seluruh urusan kesehatan perlu dikawal secara baik. Sebab, pandemi Covid-19 merupakan wabah kesehatan yang mengakibatkan terjadinya krisis atau resesi ekonomi pada seluruh dunia. Tak hanya itu saja, tekanan yang cukup besar pada perekonomian Indonesia saat itu juga ditandai oleh penurunan pertumbuhan ekonomi. Bahkan Sampai 2021 kondisi ekonomi diproyeksikan masih suram.

“Ekonomi dunia lumpuh karena adanya pandemi. Hanya saja tentu situasinya kali ini berbeda karena teknologi informasi dan intensitas ekonomi sedemikian padatnya, bahkan berbeda dengan utama abad sebelumnya, ” papar Ahmad.

Ahmad melanjutkan, buah ekonomi yang terjadi akibat pendemi Covid-19 pada sekotor ekonomi menjalani persoalan pada level global maupun domestik. Salah satu contoh yang terjadi secara global yakni dalam sektor primer, sekunder dan daerah tersier. Dari hampir semua petunjuk terdapat gumpalan persoalan yang kudu segera diselesaikan.

“Proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia Pasifik hampir di semua negara di tahun 2020 ini diperkirakan akan negatif. Tapi khusus untuk China & Vietnam untuk sementara ini proyeksinya masih diharapkan akan positif, ” tegasnya.

Founder serta Ekonom Senior CORE Indonesia Hendri Saparini mengatakan Stimulus ekonomi dan ketahanan sektor keuangan tengah menikmati ketidakpastian yang akan semakin mulia terutama terjadi pada tantangan & peluang setiap negara itu bertentangan.

“Tentu kita tidak bisa mengikuti negara lain, karena tergantung struktur kemampuan pada per negara sehingga kita tidak mampu mengikuti negara-negara lain dan dilihat dari peluang yang kita punya untuk terbebas atau menghindari dibanding hard clambing ekonomi kita ini akibat Covid-19, “ jelas Hendri Saparini.

Karena taat saya stimulus ekonomi tidak mau efektif, kalau kita tidak bisa menghentikan Covid-19, kalaupun Indonesia memiliki struktur berbeda dengan negara asing kita harus ada review ulang, apa benar kita harus segera cepat membuka ya, karena imbalan untuk membuka ekonomi dalam kedudukan kita masih kenaikan kasus itu tidak murah, ” paparnya

Lebih lanjut Hendri mengutarakan, sektor keuangan menjadi salah satu sektor yang terkena dampak pandemi, meskipun begitu sebenarnya tidak mampu dilepaskan dari kebijakan sektoral-sektoral yang lain untuk menciptakan satu market supaya perekonomian bisa berjalan kembali.

OJK sebagai kepala otoritas melakukan fungsi-fungsi pengawasan kepada sektor keuangan atau industri kebaikan keuangan Indonesia. Dan menanggapi peristiwa tersebut, OJK sudah mengantisipasi kira-kira potensi kemungkinan dampak lebih dalam.

Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad mengatakan, potensi urusan cukup besar di sektor keuangan ada pada risiko kredit dibanding masalah-masalah lainnya. maka dari tersebut, dengan permasalahan tersebut pemerintah berupaya mengambil langkah-langkah strategis, baik sebab sisi moneter maupun fiskal.

“Ada sisi-sisi moneter yang bersinggungan dengan OJK, misalnya terpaut dengan restrukturisasi usaha, termasuk suku bunga yang berdampak langsung ke sektor keuangan, ” tuturnya

Problemnya dikatakan Tauhid merupakan sektor UMKM yang mendapat kemudahan dari OJK yang nyatanya sedang sangat rendah. Hal tersebut menurutnya ada pada demand atau suruhan yang terus mengalami penurunan sebab risiko kredit.

CM

(yao)

Loading…