Cara Pulihkan Keuangan Usai Lebaran

JAKARTA – Bagian pengeluaran biasanya lebih penuh ke luar selama Ramadhan dan Lebaran. Banyak karakter yang mempersiapkan diri menyambut Hari Raya dengan membeli baju Lebaran, kue kering hingga bingkisan hampers.

Itu sebabnya penuh orang yang lebih boros secara konsumtif, sehingga arus kas keuangannya menjadi awut-awutan.

Walaupun ada tambahan penghasilan sebab THR atau bonus tahunan, tidak menutup kemungkinan mau ludes dalam rentang waktu yang pendek, atau apalagi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan: ebaran. Sehingga orang kerap kali bingung bagaimana memperbaiki kesehatan keuangannya setelah lebaran sudah.

Mengucapkan Juga:   Ini Trik Keuangan bagi Milenial Menyambut Lebaran, Jangan Lupakan Persediaan Darurat

Ada beberapa tahapan dengan bisa dilakukan untuk menyusun kembali keuangannya yang berserakan setelah lebaran. Perencana keuangan Agustina Fitria menjelaskan, buat membereskan arus kas dengan berantakan tahap pertama dengan harus dilakukan adalah cek apakah ada utang dengan dilakukan.

“Keuangan setelah lebaran harus tiba diberesin, dicek apakah keuangan tidak tertata tersebut menimbulkan ada utang. Kalau tersedia, harus dipikirkan untuk melunasi utangnya, harus dialokasikan daripada pendapatannya untuk membayar utang, ” jelas Agustina pada Okezone.

Baca Juga:   Bersetuju Investasi Kripto? Perhatikan Dulu Risikonya

Jika ada utang, Agustina melanjutkan, seseorang otomatis kudu lebih hemat dalam membelanjakan uangnya. Pengeluaran rutin jadi diperketat.

“Jika dengan berhemat masih kurang karena utang terlalu luhur, berarti harus mencari pilihan penghasilan untuk menambah income. Jangan sampai keuangan dengan kurang tertata ini kebawa terus sampai lebaran tarikh depan, jadi harus dibereskan, ” lanjutnya.

Selanjutnya, jika sudah diketahui pengeluaran lebaran tidak membuahkan utang, maka orang kudu menyamakan arus kasnya secara bulan-bulan sebelum lebaran. Agustina mengatakan, beban keuangan sesudah lebaran bagi pasangan dengan sudah punya anak lengah satunya adalah uang tahunan sekolah. Dia menilai tanpa sampai ada tunggakan ataupun utang.

“Sekarang kan Mei, nanti pada bulan Juni anak-anak udah mulai pembayaran uang sekolah tahunan, kebetulan sekarang waktunya berdekatan antara lebaran dan tahun ajaran baru. Seminimal mungkin jangan sampai berutang karena seringnya orang gelap tuh kalau udah tarikh ajaran baru suka jaminan aset-aset perhiasan. Kalau mampu itu jangan sampai terjadi, harus dipersiapkan dengan sampai, ” terang Agustina.

Selain biaya sekolah anak, pengeluaran wajib asing yang harus diperhatikan adalah pembayaran atau pengeluaran tahunan seperti pajak kendaraan, persen asuransi, dan lain-lain. Orang harus memiliki semacam agenda atau kalender kapan pembalasan tersebut jatuh tempo. Kejadian ini penting dilakukan buat menata kembali keuangan sesudah lebaran.