Erick Thohir Tak Ingin Nasib PLN seperti Garuda Gegara Utang Rp500 Triliun

JAKARTA – Kementerian BUMN terus mengawal kinerja keuangan perusahaan pelat merah. Salah satunya keuangan BUMN penyedia listrik, PT PLN (Persero).

Saat ini, perseroan tengah menanggung utang senilai Rp500 triliun.

Menteri BUMN Erick Thohir mengkhawatirkan kondisi keuangan PLN sama seperti yang dialami PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk,. Secara tegas, dia tak ingin kinerja PLN memgalami kontraksi di tengah terjadinya transisisi kelistrikan dari fosil ke energi terbarukan (EBT).

“Karena kita harus stop, projek base seperti yang korupsi-korupsi itu kita harus bersihkan, apa yang terjadi di Garuda tidak boleh terjadi di PLN, ini saya mengawal dan saya rasa kita merupakan bagian, apalagi sekarang transisisi daripada listrik ini berubah, yang tadinya pake fosil sekarang pake EBT,” ujar Erick, Kamis (8/7/2021).

Mantan Bos Inter Milan itu juga mencatat, utang PLN senilai Rp500 triliun merupakan utang lancar (current liabilities). Meski begitu, pemegang saham meminta manajemen untuk menekan capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar 24%.

Baca Selengkapnya: Utang Rp500 Triliun, Erick Thohir Khawatir Nasib PLN seperti Garuda

(dni)