Geber Daya Beli, Ekonomi RI Tumbuh Selamat dari Resesi

Geber Daya Beli, Ekonomi RI Tumbuh Selamat dari Resesi

JAKARTA – Komisi XI Badan Perwakilan Rakyat (DPR) mengingatkan negeri supaya perekonomian di kuartal III tak kembali minus seperti kuartal II yang terkontraksi sebesar 5, 32%(year on year/yoy).

Wakil ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara mengatakan, pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi menjadi pekerjaan panti (PR) bagi pemerintah untuk cepat ambil langkah taktis dan strategis. Apalagi pertumbuhan yang negatif ini pertama kalinya sejak periode 1998 atau ketika Indonesia mengalami kritis finansial.

Baca Juga:   Daftar 9 Negara yang Alami Resesi akibat Covid-19

“Bagaimana di kuartal III tidak sampai mengalami kontraksi teristimewa? Karena jika sampai terjadi kontraksi di kuartal III, Indonesia hendak mengalami resesi ekonomi, ” tutur Amir, dalam keterangannya, Kamis (6/8/2020).

Komisi XI, lanjutnya, akan mendorong pemerintah untuk menimbulkan daya beli masyarakat seperti menaikkan pendapatan tidak kena pajak (PTKP) dan mengefektifkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat, sembari tetap fokus mencegah penyebaran wabah Covid-19 ialah kombinasi program yang harus dikembangkan pemerintah secara dinamis.

“Kita tahu jika daya beli masyarakat meningkat, maka ekonomi akan tumbuh, ” tuturnya.

Selain itu, pemerintah juga perlu melokalisasi sektor-sektor bisnis yang menyesatkan elastis dan tidak banyak terintegrasi dengan sistem global, sehingga bisa menjadi bantalan penangkal krisis. Zona tersebut adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sektor tersebut dinilai sangat tepat karena penuh mengandalkan pasar domestic.

Baca Juga:   Filipina Resesi, Ekonominya Minus 16, 5%

“Mempertajam provokasi fiskal dengan mempermudah pendaftaran dorongan pembebasan pajak untuk jangka masa tertentu (tax holiday) dan keringanan pajak (tax allowance). Hal tersebut untuk meng-cover perusahaan baik kelas menengah, kecil maupun besar, ” tuturnya.

Di samping itu, diirnya juga mendorong pemerintah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur utamanya yg mampu menyerap tenaga kerja, termasuk juga mendorong pemerintah wilayah untuk segera melakukan pembelanjaan utamanya kegiatan padat karya.

(rhs)

Loading…