Iuran Rp16.800/Bulan, Pekerja Informal Bisa Dapat Jaminan Kecelakaan Kerja

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengajak pekerja informal (pekerja bukan penerima upah) mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan jaminan perlindungan sosial, pekerja informal mendapat banyak manfaat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Ida mengatakan, jumlah pekerja informal jauh lebih banyak dibanding pekerja formal (pekerja penerima upah). Namun, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan masih didominasi oleh pekerja formal. Apalagi di masa pandemi ini, pekerja informal naik cukup signifikan.

Baca Juga: Menaker Minta Pemda Pastikan Pekerja Punya Jaminan Sosial

“Jadi data Februari 2021, pekerja informal kita jumlahnya itu 59%, hampir 60% itu pekerja bukan penerima upah, sementara yang penerima upah sekitar 40%,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (12/9/2021).

Padahal, menurutnya, baik pekerja formal maupun informal, keduanya memiliki risiko kerja. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 ini membuat siapa pun seharusnya merasa perlu untuk mendapatkan jaminan sosial.

Baca Juga: 5 Hal Penting Siapkan Cover Letter saat Melamar Pekerjaan

“Bapak, Ibu, cobalah pikir keluarga, pikir istri/suami, pikirkan anak juga kalau mereka butuh pendidikan. Istri atau suami butuh untuk tetap survive karena risiko selalu menghampiri kita apapun pekerjaannya mulai dari kecelakaan kerja sampai meninggal. Ayo, aware. Risiko kerja itu bisa terjadi kapan saja dan di mana saja,” imbuhnya.