Kepala BKPM: UU Cipta Kerja Mudahkan Mahasiswa Jadi Pengusaha

Kepala BKPM: UU Cipta Kerja Mudahkan Mahasiswa Jadi Pengusaha

JAKARTA kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja menjadi momentum yang tepat bagi mahasiswa untuk menjadi pengusaha setelah lulus nanti.

“Jadi saat tersebut kalau adik-adik (Mahasiswa), ingin menjelma pengusaha, ini adalah momentumnya secara UU Cipta Kerja, ” perkataan dia dalam Kongres Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) secara maya, Senin (23/11/2020).

  Membaca juga: Perizinan Usaha UU Ciptaker Beri Kepastian Investor Tanam Simpanan di RI

Menurut dia, berdasarkan hasil survei Hipmi terhadap mahasiswa seluruh Indonesia pada 2018, diketahui bahwa sebesar 83% mahasiswa mengaku ingin menjadi karyawan. Kemudian 14% ingin bekerja sebagai politisi atau di lembaga swadaya masyarakat dan hanya 3% yang ingin menjadi pengusaha.

“Kebanyakan kenapa tidak mau jadi pengusaha, yakni mengecap percaya diri kurang. Jadi saya gugup, kalau aktivis tidak percaya diri padahal waktu demo, jangankan karakter, senjata saja tidak takut. Namun dicek juga ke dalam, ternyata izinnya memang kemarin itu belum mendukung adik-adik kita, ” ungkap dia.

  Baca juga: Pangkas Hyper Regulation, Menko Airlangga Siapkan RPP Perizinan Berbasis Risiko

Dia juga menjelaskan UU Cipta Kerja memberikan perhatian yang besar bagi kelangsungan Usaha Mikro, Mungil, dan Menengah (UMKM). Aturan perizinan UMKM dalam UU Cipta Kerja pun kian dipermudah untuk mengakomodir tumbuhnya wirausahawan.

“Kita tahu sebelum UU Membentuk Kerja disahkan, mengurus izin UMKM itu disamakan dengan PT, harus ada SIUP dan sebagainya. Itu biayanya sekitar Rp7-8 juta. Real modal UMKM ada kadang hanya Rp5-6 juta. Mengurus izin lebih besar biayanya daripada modal kerjanya, ” tandas dia.

(rzy)