Menanti Stimulus Fiskal Tambahan, Wall Street Bergerak Dua Arah

Menanti Stimulus Fiskal Tambahan, Wall Street Bergerak Dua Arah

NEW YORK – Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir dua arah pada akhir perdagangan pekan ini. Meski demikian, ruang S& P 500 mencatat kenaikan lebih tinggi karena prospek stimulus fiskal akan lebih besar akibat kenaikan kasus Covid-19 yang bisa mengganggu kegiatan bisnis lebih sendat.

S& P 500 naik 0, 29% menjadi 3. 224, 75. Dow Jones Industrial Average turun 0, 23% menjadi 26. 672, 36 poin, sementara Nasdaq Composite naik 0, 28% menjadi 10. 503, 19.

Baca Juga:   Data Gaya Kerja Negatif, Wall Street Ditutup Lesu

Dengan keseluruhan, pada minggu ini, S& P 500 dan Dow per naik 1, 2% dan dua, 3%. Sementara Nasdaq berakhir satu, 1% lebih rendah di minggu ini karena investor menjual bagian seperti Microsoft Corp dan Amazon dan pindah ke sektor siklus.

Kenaikan indeks S& P 500 karena langkah provokasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan peningkatan data ekonomi. Selain itu, investor juga mengharapkan bertambah banyak dukungan fiskal karena adanya program tambahan pemberian tunjangan pengangguran yang akan berakhir pada 31 Juli.

Stimulus tersebut pun diharapkan dibahas dalam Konvensi AS yang akan membahas RUU bantuan corona virus pada Senin mendatanh.

“Baik Golongan Republik dan Demokrat memiliki dorongan yang kuat untuk menyetujui stimulus pra-pemilihan lebih lanjut. Ini tidak masalah jika stimulus berlalu, tapi seperti apa ukuran dan isi paket stimulus nantinya, ” logat Wakil Presiden Senior UBS Private Wealth Management Andrea Bevis, dilansir dari Reuters, Sabtu (18/7/2020).

Baca Juga:   Mau Buka Usaha Studio Menjepret? Begini Hitungan Untung Ruginya

Sementara itu, faedah S& P 500, real estat, dan indeks perusahaan kesehatan mencatat perolehan kenaikan saham terkuat dalam sesi ini. Sedangkan layanan streaming video, Netflix jatuh 6, 5% karena pertumbuhan pelanggan lebih lambat dari yang diperkirakan selama kuartal ketiga.

Pada perniagaan minggu depan, musim pendapatan kuartal kedua bergeser ke posisi teratas dengan laporan perusahaan besar semacam Microsoft, Tesla, Intel dan Verizon Communications. Hal ini menjadi menghiraukan karena pada tahun ini ada virus corona yang menjadi bala bagi perusahaan-perusahaan AS. (feb)

(fbn)

Loading…