Muhammadiyah Siap Tarik Uang Kas sejak Bank Syariah Indonesia

Muhammadiyah Siap Tarik Uang Kas sejak Bank Syariah Indonesia

SURABAYA – Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur siap menarik uang kasnya dari Bank Syariah Indonesia. Situasi ini sesuai dengan Rencana Arahan Pusat (PP) Muhammadiyah menarik kekayaan kas dari Bank Syariah Indonesia.

PW Muhammadiyah Jatim tengah bersiap menghitung seluruh kasnya untuk mengalihkan simpanan dari Bank Syariah Indonesia. Keputusan menarik simpanan dari Bank Syariah Indonesia itu seiring dengan merger yang dikerjakan pemerintah terhadap tiga Bank Syariah berstatus BUMN. Di antaranya BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri (BSM) dan BNI Syariah.

Baca Juga: 4 Keterangan Menarik Muhammadiyah Akan Tarik Segenap Duit di Bank Syariah Indonesia

Bendahara PW Muhammadiyah Jatim, Sukadiono, mengatakan bahwa kebijakan PP sudah semestinya mau tersampaikan hingga di tingkat daerah, daerah dan seluruh lapisan Muhammadiyah di bawahnya termasuk amal cara. Karena hirarki organisasi di Muhammadiyah akan selalu berseiring dengan kebijakan pusat.

Maka, bila sudah turun instruksi resmi PP, uang-uang kas Persyarikatan Muhammadiyah dalam Jatim akan segera ditarik daripada tiga bank yang telah dalam merger tersebut.

Baca Juga: ‘Tinggalkan’ Bank Syariah Indonesia, Muhammadiyah Simpan Dana Jumbo di Bank Ini

“Kita akan rapat penyelarasan mulai dari PP Muhammadiyah, PW Muhammadiyah dan pimpinan amal usaha Muhammadiyah untuk menyikapi wacana tersebut. Memang sejauh ini wacana itu masih sebatas di tingkat PP, tapi alurnya akan tetap sampai ke bawah jika sudah ada keputusan resmi, ” katanya.

Menurutnya, jika Muhammadiyah mampu bekerjasama dengan satu atau dua bank, maka posisi bargaining-nya hendak lebih kuat. Dalam arti, kekayaan kas yang ada di bank itu akan bisa menjadi penanggung bagi amal usaha lain yang akan mengajukan kredit di bank.

Sementara untuk bank yang akan dituju, Sukadiono mengiakan masih akan melakukan negosiasi dengan bank-bank yang akan dipilih sebagai tempat pemindahan kas. Prinsipnya harus simbiosis mutualisme, saling menguntungkan untuk Muhammadiyah maupun bank terkait.