Muslihat Investasi di saat Resesi, Diversifikasi Solusinya

Muslihat Investasi di saat Resesi, Diversifikasi Solusinya

JAKARTA – Berinvestasi zaman ekonomi berada di ambang resesi memang memiliki risiko yang betul tinggi. Namun di balik tersebut semua, investasi saat ekonomi di ambang resesi juga bisa menjadi peluang untuk menghasilkan cuan.

Kuncinya adalah sebelum terjun untuk investasi harus menyiapkan strategi dan jangan nyebur dengan tangan kosong. Karena alih-alih mau meraup keuntungan, justru akan berpengaruh buntung.

  Baca juga: 3 Perhitungan dalam Memilih Investasi Reksa Dana

Salah satu strategi yang kudu dimiliki pertama kali adalah mengkaji terlebih dahulu jenis investasi beserta risikonya. Setelah itu, baru bisa menimbang dan menentukan jenis investasi apa yang akan dipilih.

Perencana Keuangan daripada Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan dalam setiap investasi memang selalu ada risiko tetapi tergantung dari besar atau kecilnya tingkat risiko tersebut. Oleh sebab itu, sebelum memulai investasi kudu pintar-pintar dalam mengatur strategi.

  Baca selalu: Diskusi dengan Investor Inggris, Besar BKPM: Iklim Investasi Makin Kondusif

Oleh sebab itu agar risiko tersebut mampu diminimalisir, ada baiknya untuk mengasih rata uang yang akan diinvestasikan. Misalnya, dengan uang Rp1 juta, maka agar tingkat risikonya lembut maka dibagi ke dalam kira-kira instrumen.

“Kalau kita bicara balance, kalau di investasi itu sebenarnya terdiversifikasi dengan baik sebenarnya. Maksudnya gini, jika kita hanya beli saham selalu, menjaga likuiditas saja, kita kan tidak mendeversifikasi kita hanya berkonsentrasi, ” ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (24/8/2020).

Selain itu lanjut Mike, kekayaan yang diinvestasikan juga harus diperhitungkan. Jangan sampai seluruh penghasilan dialokasikan untuk investasi sehingga ketika instrumen tersebut turun tidak akan rugi.

Apalagi pada situasi ekonomi yang tidak menentu ini, likuiditas keuangan pribadi benar penting untuk dijaga. Oleh karena itu, dirinya menyarankan agar bayar atau pendapatan dibagi ke di beberapa pos termasuk investasi.

“Jadi kalau suka balance kita harus mendiversifikasi, ” ucapnya.

(rzy)