Nusantara Dorong Pengembangan dan Pembiayaan Infrastruktur di ASEAN

Nusantara Dorong Pengembangan dan Pembiayaan Infrastruktur di ASEAN

JAKARTA – Para-para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN melakukan pertemuan dalam acara ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors’ Meeting (AFMGM). Pertemuan membahas penguatan kerjasama ekonomi dan keuangan, dengan penekanan dialog pada agenda membangun ketahanan serta mendorong pemulihan ekonomi kawasan yang terdampak pandemi.

Kira-kira inisiatif kerjasama, khususnya dalam kapasitas Indonesia sebagai chair Kelompok Kerja Pengembangan Pasar Modal, dengan prioritas kerjasama utama meliputi pembiayaan infrastruktur & pembiayaan berkelanjutan.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, Indonesia mendorong pengembangan inisiatif kawasan untuk pembangunan infrastruktur, termasuk di antaranya untuk mendukung transformasi ke era teknologi digital.

Baca Juga:   Daftar 4 Proyek Infrastruktur Bermotif Batik

“Prioritas Indonesia di mendorong pembangunan infrastruktur bukan hanya untuk memfasilitasi aktivitas ekonomi semasa pandemi, namun juga untuk mengantisipasi pergeseran modalitas proses belajar mengemong melalui platform digital”, ungkap Pemangku Menteri Keuangan, Suahasil Nazara dalam Jakarta, Senin (5/10/2020)

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu selalu menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan proses keanggotaan di Financial Action Task Force (FATF) yang sempat tertunda akibat pandemi.

Baca Juga:   Mengenal Batik Kawung yang Tersedia di Uang Rp75. 000

Selain itu, juga mengapresiasi dan mendukung perkembangan yang telah dicapai oleh ASEAN Infrastructure Fund (AIF) dengan inisiatif Kemudahan Pembiayaan Hijau Katalitik ASEAN (ASEAN Catalytic Green Finance Facility/ACGF) dengan merupakan terobosan penting untuk menyediakan keterlibatan swasta pada pembiayaan infrastruktur hijau di kawasan.

“Fasilitas ACGF, yang diresmikan oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN di bulan April 2019, kini telah mendapatkan kontrak pendanaan dari mitra pembangunan sejumlah USD1, 5 milyar dan pada waktu dekat akan memulai penyaluran pembiayaan bagi beberapa proyek penting di beberapa negara, termasuk Nusantara, ” katanya

AIF sendiri dibentuk oleh ASEAN semenjak tahun 2011 bekerjasama dengan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank). Indonesia saat ini memegang peran sebagai Ketua Dewan Direktur AIF dan merupakan penerima manfaat terbesar dari AIF, dengan lebih daripada 70% pembiayaan AIF disalurkan pada proyek infrastruktur di Indonesia.

Selain mendorong inisiatif pendirian infrastruktur, Indonesia juga mendorong prakarsa pembiayaan yang berkelanjutan di ASEAN. Indonesia memandang inisiatif tersebut jadi salah satu mesin pendorong perbaikan ekonomi di kawasan.

Potensi pengembangan pembiayaan berkelanjutan bagi negara ASEAN terbuka sangat lapang, terutama dilihat dari pertumbuhan rekan obligasi berkelanjutan dunia yang betul pesat. Indonesia sendiri merupakan lengah satu negara terdepan dalam pengembangan pembiayaan berkelanjutan.

Nusantara menjadi negara pertama di dunia yang menerbitkan obligasi syariah muda pemerintah di tahun 2018, serta telah mampu menerbitkan obligasi hijau dan berkelanjutan baik oleh Pemerintah maupun korporasi dengan nilai total USD3, 4 miliar.