Orang Kaya Masih Tahan Duit untuk Belanja

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi masyarakat kelompok menengah ke atas pada Maret 2020 terhadap Maret 2021 relatif lambat dibandingkan Maret 2019 terhadap Maret 2020.

Kepala BPS Margo Yuwonk mengatakan, adanya kehati-hatian untuk memperhatikan konsumsi rumah tangga tersebut, mengingat konsumsi rumah tangga adalah salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Penerapan Pajak Karbon Jadi Alat Menuju Indonesia Emas 2045

“Artinya kelompok menengah ke atas itu menahan belanjanya sambil melihat kondisi bagaimana di tingkat kesehatanya,” kata Margo dalam rapat dengan DPR, Seni (30/8/2021)

Kata dia, perlu adanya perhatian bagaimana mendorong spending masyarakat menengah ke atas. Saat ini inflasi inti konsumsi rumah tangga ini disebabkan karena adanya pembelian yang terbatas.

Baca Juga: Sri Mulyani Bersyukur Kasus Covid-19 Turun tapi Tetap Waspada

“Untuk itu pemerintah perlu memperhatikan bagaimana pergerakan inflasi inti ini, karena penting untuk melihat pergerakan daya beli masyarakat,” pungkasnya.