Peluncuran Financial Integrity Rating, Upaya Perkuat Integritas Perekonomian Indonesia

Peluncuran Financial Integrity Rating, Upaya Perkuat Integritas Perekonomian Indonesia

BANDUNG – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengembangkan suatu kajian makro dan instrumen penilaian mikro terhadap integritas Pihak Pelapor Anti-Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APUPPT). Di mana yang diberi nama Financial Integrity Rating on Money Laundering and Terrorism Financing (FIR).

FIR akan menguji efektivitas program APUPPT yang selama ini telah dijalankan, sekaligus mengimplementasikan Sasaran Strategi ke-2 dari Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (STRANAS TPPU-TPPT).

 Baca juga: Pertukaran Analis, PPATK Gandeng Lembaga Intelijen Keuangan Australia

“FIR juga menjadi upaya kita meningkatkan penilaian atas kepatuhan Indonesia terhadap standar internasional APUPPT, yang dikenal dengan Mutual Evaluation Review (MER). FIR diharap menjadi salah satu sarana untuk mendongkrak penilaian kita yang masih menyentuh Moderate dalam aspek Preventive Measure,” kata Kepala PPATK Dian Ediana Rae dalam sambutannya, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Sebagai awalan, FIR baru menyasar pada Pihak Pelapor Bank Umum sejumlah 108 bank. Tahapan FIR terdiri atas Pilot Project terhadap 10 Bank Umum guna mendapat masukan atas Naskah Akademik FIR, sekaligus melakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumennya.

 Baca juga: Berlaku 14 Hari, PPATK Lakukan Work from Home

Tahapan selanjutnya adalah implementasi FIR terhadap 108 Bank Umum tersebut. Ke depan, FIR akan melibatkan Pihak Pelapor lainnya seperti Asuransi, Pasar Modal, dan Lembiaya Pembiayaan lainnya.

Penilaian FIR terdiri atas 3 dimensi. Dimensi 1 mengukur tingkat komitmen Pihak Pelapor dalam mendukung PPATK dan aparat penegak hukum untuk penelusuran transaksi keuangan yang terindikasi TPPU dan TPPT. Dimensi 2 mengukur tingkat implementasi tata kelola pelaporan APUPPT sesuai ketentuan Lembaga Pengawas dan Pengatur dan Pedoman Pelaporan PPATK. Sedangkan Dimensi 3 mengukur tingkat kepatuhan Pihak Pelapor terhadap kewajiban pelaporan APUPPT kepada PPATK, serta kualitas formil dan materil atas keseluruhan pelaporan yang disampaikan.

“FIR akan berperan krusial dalam merumuskan kebijakan, pembinaan, pengaturan, dan pengawasan Pihak Pelapor dalam memperkuat sistem APUPPT sekaligus memperkokoh integritas sistem keuangan nasional,” lanjut Dian.