Sri Mulyani Ogah Pakai Dana Kekal Biayai APBN

Sri Mulyani Ogah Pakai Dana Kekal Biayai APBN

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum berencana menggunakan dana abadi pendidikan sebagai salah satu instrumen untuk membiayai Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) pada masa Pandemi Covid-19. Padahal dibolehkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020.

Adapun dana-dana itu disebutkannya saldo anggaran bertambah, dana abadi dan akumulasi dana abadi pendidikan, dana yang dikelola Badan Layanan Umum, dana yang dikuasai negara serta memanfaatkan kontraksi pembiayaan investasi pada BUMN.

  Baca juga: Menko Airlangga: Demo UU Ciptaker Berpotensi Me Pemulihan Ekonomi

“Sampai saat ini pemerintah belum berencana gunakan dana abadi pendidikan sebagai sumber pendanaan APBN, ” ujar Sri Mulyani dalam gambar virtual, Kamis (8/10/2020).

Meski dibolehkan, Sri menekankan, penggunaan dana abadi pendidikan sendiri tidak akan bertentangan dengan kesibukan negara untuk memenuhi hak pada pendidikan. Karena sejumlah alasan yang dipastikannya tidak mengurangi besaran uang abadi tersebut.

  Baca juga: Percepat Pemulihan, UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi RI

Misalnya, dana abadi pendidikan hanya dipergunakan apabila seluruh pembiayaan lainnya yang tersedia tidak memenuhi kebutuhan pemeirintah dalam penanganan Covid-19. Artinya, uang itu digunakan sebagai jalan final untuk membiayai APBN.

Selain itu, dia melanjutkan, apabila pada akhirnya nanti dimanfaatkan untuk membiayai APBN, dana itu akan digunakan sebagai investasi sokongan pendidikan melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) maupun Surat Bernilai Syariah Negara (SBSN).

“Aapabila dipergunakan ini bakal menjadi investasi dana pendidikan menggunakan pembelian SBN dan SBSN bahkan mendapat return bukan sebagai bayaran negara jadi dana abadinya pasti abadi, ” tandasnya.

(rzy)