Suka Tidak Mau Garuda Indonesia Harus Diperbaiki

Suka Tidak Mau Garuda Indonesia Harus Diperbaiki

JAKARTA semrawut Menteri Badan Usaha Milik Negeri (BUMN) Erick Thohir mengatakan, perkara di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) harus segera diperbaiki.

Hal ini dikatakan ketika Erick mendatangi Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu 8 Juli 2020 lewat pintu belakang. Kedatangan Erick juga terpaut dengan kasus korupsi yang membawabawa PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

“Sebenarnya sejenis ini, saya ke KPK itu sudah dua kali karena mengenai peristiwa Garuda, karena Garuda sendiri dengan kondisi seperti ini, mau tak mau itu harus diperbaiki, ” ujar Erick.

Erick menjelaskan, kedatangan dirinya dalam KPK bukan hanya sekali sekadar, bahkan sudah dua kali ke KPK. Kedatangan Erick yang prima sebagai Menteri BUMN pun terpaut kasus korupsi di Garuda Nusantara.

Erick mengatakan, ada problem hukum yang harus segera diselesaikan di Garuda Indonesia. Khususnya utang emiten dengan mencapai Rp7 triliun. Karena itu, kata Erick, ada upaya persetujuan yang harus dilakukan pihaknya.

Namun begitu, tentang korupsi di internal manajemen Garuda Indonesia menjadi kendala tersendiri untuk Menteri BUMN. Dikatakannya negosiasi pinjaman akan jauh lebih mudah dikerjakan jika tidak adanya kasus manipulasi.

Menyuarakan Selengkapnya: Bahas Korupsi Garuda dalam KPK, Erick Thohir: Mau Tak Mau Harus Diperbaiki

(dni)

Loading…