Terlanjur Bersama Dipangkas 3 Hari Dinilai Percuma, YLKI: Masyarakat Sudah Beli Tiket

Terlanjur Bersama Dipangkas 3 Hari Dinilai Percuma, YLKI: Masyarakat Sudah Beli Tiket

JAKARTA – Pemerintah merevisi aturan libur panjang akhir tahun. Lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, pemerintah memangkas l ibur akhir tahun sebanyak tiga hari.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, memang ada perbaikan aturan liburan akhir tahun yang dilakukan pemerintah. Namun menurutnya, situasi tersebut tidak akan efektif membendung masyarakat untuk berpergian.

“Ini situasi yang patut diapresiasi. Namun apa yang dilakukan pemerintah boleh oleh karena itu tidak akan efektif untuk menghalangi arus mudik di akhirusanah, pasalnya aksi revisi libur panjang terhormat terlambat, ” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (8/12/2020).

Baca Juga:   Inspeksi Membuktikan, 73% Masyarakat Ogah Pegangan Libur Akhir Tahun

Menurut Jujur, alasan mengapa dibilang tidak efektif karena masyarakat sudah terlanjur buat merencanakan libur akhir tahun. Karena, pemerintah sudah memberikan janji kepada masyarakat ketika Hari Raya Idul Fitri akan yang liburnya mau dikonversikan menjadi libur akhir tarikh.

“Masyarakat telah kadung merencanakan jadwal perjalanan dalam akhir tahun, sebagaimana janji negeri sejak awal bahwa libur Idul Fitri akan dikonversi menjadi libur akhir tahun, berbarengan dengan libur Natal dan Tahun Baru, ” jelasnya.

Memang menurut Tulus, dirinya mengerti rencana dari pemerintah saat itu. Keputusan libur yang dikonversikan di akhir tahun ini dengan catatan jumlah kasus covid-19 sudah bisa dikendalikan.

“Konteks kesepakatan pemerintah waktu itu, dengan sangkaan bahwa wabah Covid-19 di Indonesia di akhir tahun 2020 telah melandai dan bisa dikendalikan. Faktanya hal tersebut tidak terjadi, yang ada malah sebaliknya, ” jelasnya