TPAKD Bantu Percepat Literasi Keuangan Indonesia

TPAKD Bantu Percepat Literasi Keuangan Indonesia

JAKARTA – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di daerah dan kabupaten/kota melanjutkan capaian ruang inklusi keuangan yang sudah melampaui bahan sebesar 75%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, implementasi program TPAKD di masa pandemi dan mengoptimalkannya untuk mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bukanlah perkara mudah.

Baca Juga:   ADB Pangkas Lagi Proyeksi Ekonomi RI 2020 Jadi Minus 2, 2%

“Jadi, saya mau mengapresiasi inisiasi dan komitmen Dominasi Jasa Keuangan (OJK), Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, Pemerintah Daerah (Pemda) di berbagai tingkat, pelaku usaha jasa keuangan serta organisasi masyarakat untuk capaian pengukuhan peningkatan TPAKD dengan telah mencapai 197 TPAKD per 23 Oktober 2020, ” katanya di Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Pengukuhan TPAKD tidak lepas dari program kerja yang berniat mendukung kesejahteraan masyarakat, antara asing Program Perluasan Akses Keuangan, dengan berfokus pada peningkatan fasilitas akses kredit. Program Penguatan Infrastruktur Percepatan Akses Keuangan dengan mendirikan Jamkrida, Lembaga Keuangan Mikro (LKM), LKM Syariah, BumDes, Desa Binaan, kalender Satu Desa Satu Agen, dan Website TPAKD.

Baca Juga:   OJK: Rakornas TPAKD Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

“Program Literasi Keuangan yang memberikan kegiatan baik, edukasi program layanan jasa keuangan, serta sosialisasi program nasional serta Program Pendampingan/Asistensi yang memberikan pemberdayaan dan pelatihan UMKM, asistensi obligasi daerah, pendirian Jamkrida dan lain-lain, ” tandasnya.

TPAKD, ujar Menko Airlangga, memiliki kegiatan penting dalam implementasi SNKI berbarengan semakin banyaknya TPAKD yang dikukuhkan di Indonesia. Selain itu, di bawah kepemimpinan kepala daerah jadi pengarah TPAKD, program keuangan penuh akan semakin relevan dan santun untuk menjangkau seluruh segmen bahan, karena didukung oleh semua pengelola kepentingan.